Selasa, 14 April 2015
Selasa, 07 April 2015
IP ADDRESS
IP
ADDRESS
(Alamat
IP)
1. Pengertian
IP Address
IP
address adalah alamat identifikasi komputer/host yang berada didalam
jaringan. Dengan adanya IP address maka data yang dikirimkan oleh
host/komputer pengirim dapat dikirimkan lewat protokol TCP/IP hingga sampai ke
host/komputer yang dituju.
Setiap
komputer/host memiliki IP address yang unik sehingga dua
komputer/host yang berbeda tidak boleh memiliki IP address yang sama
dalam satu jaringan.
2. Format
IP address
IP
address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit
dengan bentuk sebagai berikut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Contoh
11000000000010100001111000000010
Agar kita
mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4
segmen yang masing-masing berisi 8 bit. Kedelapan bit itu bisa disebut oktat.
Selanjutnya,
setiap oktat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya:
11000000
= 192
00001010
= 10
00011110
= 30
00000010
= 2
Adapun
nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan
demikian, jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.
Struktur IP
address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID.
NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada,
sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya,
networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan
tersebut.
3. Pengelompokan
Kelas-kelas dalam IP ADDRESS
Guna
memudahkan dalam pembagiannya maka IP address dibagi-bagi ke dalam
kelas-kelas yang berbeda, yaitu sebagai berikut.
a)
Kelas A
IP
address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit
digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan
dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai
dengan 127.
Karakteristik
IP Kelas A
Format
: 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit
pertama : 0
NetworkID
: 8 bit
HostID
: 24 bit
Oktat
pertama : 0 – 127
Jumlah
network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang
IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah
IP address : 16.777.214
Contoh
IP
address 120.31.45.18 maka :
·
NetworkID = 120
·
HostID = 31.45.18
Jadi,
IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
b)
Kelas B
IP
address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit
digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan
dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.
Karakteristik
IP Kelas B
Format
: 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit
pertama : 10
NetworkID
: 16 bit
HostID
: 16 bit
Oktat
pertama : 128 – 191
Jumlah
network : 16.384
Rentang
IP : 128.1.x.x – 191.255.x.x
Jumlah
IP address : 65.534
Contoh
IP
address 150.70.60.56 maka :
·
NetworkID = 150.70
·
HostID = 60.56
Jadi,
IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
c)
Kelas C
IP
address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit
digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan
berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area
Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.
Karakteristik
IP Kelas C
Format
: 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit
pertama : 110
NetworkID
: 24 bit
HostID
: 8 bit
Oktat
pertama : 192 – 223
Jumlah
network : 2.097.152
Rentang
IP : 192.0.0.x – 223.255.225.x
Jumlah
IP address : 254
Contoh
IP
address 192.168.1.1 maka :
·
NetworkID = 192.168.1
·
HostID = 1
Jadi,
IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1
Kelas
IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak
digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP
multicasting dan untuk eksperimental.
Tabel :
Jumlah networkID dan hostID
|
Kelas
|
Antara
|
Jumlah
jaringan
|
Jumlah
Host Jaringan
|
|
A
|
1
s.d. 126
|
126
|
16.777.214
|
|
B
|
128
s.d. 191
|
16.384
|
65.534
|
|
C
|
192
s.d. 223
|
2.097.152
|
254
|
Tabel :
Rentang IP address untuk setiap kelas
|
Kelas
|
Alamat
Awal
|
Alamat
Akhir
|
|
A
|
XXX.0.0.1
|
XXX.255.255.255
|
|
B
|
XXX.XXX.0.1
|
XXX.XXX.255.255
|
|
C
|
XXX.XXX.XXX.1
|
XXX.XXX.XXX.255
|
Subnet
Mask
Nilai subnet
mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet
mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud
adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP
harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian,
diperlukan address mask untuk menyaring IP address dan paket
data yang keluar masuk jaringan tersebut.
Network
ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask.
Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit
groupsdari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol
(0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.
Sebagai
contoh, alamat kelas B: 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:
10101010
11001011 01011101 00000101
Subnet
mask default untuk alamat kelas B adalah:
11111111
11111111 00000000 00000000
Bisa
juga ditulis dalam notasi desimal:
255.255.0.0
Tabel :
Subnet mask untuk internet address classes
|
Kelas
|
Bit
Subnet
|
Subnet
mask
|
|
A
|
11111111
00000000 00000000 00000000
|
225.0.0.0
|
|
B
|
11111111
11111111 00000000 00000000
|
225.225.0.0
|
|
C
|
11111111
11111111 11111111 00000000
|
225.225.225.0
|
5. Fungsi
IP ADDRESS
IP
Merupakan Protokol pada network layer yang memiliki sifat dan
perananan sebagai Connectionless, yakni setiap paket data yang dikirimkan pada
suatu saat akan melalui rute secara independen. Paket IP atau
datagram akan melalui rute yang ditentukan oleh setiap router yang dilewati
oleh datagram tersebut. Hal ini memungkinkan keseluruhan datagram sampai di
lokasi tujuan dalam urutan yang berbeda karena menempuh rute yang berbeda pula.
Unreliable
atau ketidak handalan Adalah Protokol IP tidak
menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Ia hanya akan
melakukan best effort delivery yakni melakukan usaha sebaik-baiknya agar paket
yang dikirim tersebut sampai ke tujuan.
Suatu
datagram bisa saja tidak sampai dengan selamat ke tujuan karena beberapa hal
berikut:
Adanya
bit error pada saat pentransmisian datagram pada suatu medium
Router
yang dilewati mendiscard datagram,
karena
terjadinya kongesti dan kekurangan ruang memori buffer
Putusnya
rute ke tujuan,
untuk
sementara waktu akibat adanya router yang down
Terjadinya
kekacauan routing,
sehingga
datagram mengalami looping
IP juga
didesain untuk dapat melewati berbagai media komunikasi yang memiliki
karakteristik dan kecepatan yang berbeda-beda. Pada jaringan Ethernet, panjang
satu datagram akan lebih besar dari panjang datagram pada jaringan publik yang
menggunakan media jaringan telepon, atau pada jaringan wireless. Perbedaan ini
semata-mata untuk mencapai throughput yang baik pada setiap media. Pada
umumnya, semakin cepat kemampuan transfer data pada media tersebut, semakin
besar panjang datagram maksimum yang digunakan. Akibat dari perbedaan ini,
datagram IP dapat mengalami fragmentasi ketika berpindah dari media kecepatan
tinggi ke kecepatan rendah misalnya dari LAN Ethernet 10 Mbps ke leased line
menggunakan Point-to-Point Protocol dengan kecepatan 64 kbps. Pada router/host
penerima, datagram yang ter-fragmen ini harus disatukan kembali sebelum
diteruskan ke router berikutnya, atau ke lapisan transport pada host tujuan.
Hal ini menambah waktu pemrosesan pada router dan menyebabkan delay. Seluruh
sifat yang diuraikan pada di atas adalah akibat adanya sisi efisiensi protokol
yang dikorbankan sebagai konsekuensi dari
Keunggulan
protokol IP.
Keunggulan
ini berupa kemampuan menggabungkan berbagai media komunikasi dengan
karakteristik yang berbeda-beda, fleksibel dengan perkembangan jaringan, dapat
merubah routing secara otomatis jika suatu rute mengalami kegagalan, dsb.
Misalnya, untuk dapat merubah routing secara dinamis, dipilih mekanisme routing
yang ditentukan oleh kondisi jaringan dan elemen-elemen jaringan router. Selain
itu, proses routing juga harus dilakukan untuk setiap datagram, tidak hanya
pada permulaan hubungan. Marilah kita perhatikan struktur header dari protokol
IP beserta fungsinya masing-masing. Setiap protokol memiliki bit-bit ekstra
diluar informasi/data yang dibawanya. Selain informasi, Bit Bit ini juga
berfungsi sebagai alat kontrol. Dari sisi efisiensi, semakin besar jumlah bit
ekstra ini, maka semakin kecil efisiensi komunikasi yang berjalan. Sebaliknya
semakin kecil jumlah bit ekstra ini, semakin tinggi efisiensi komunikasi yang
berjalan. Disinilah dilakukan trade-off antara keandalan datagram dan
efisiensi. Sebagai contoh, agar datagram IP dapat menemukan tujuannya,
diperlukan informasi tambahan yang harus dicantumkan pada header ini.
Langganan:
Komentar (Atom)